Plaza dekat kampus, sering kita menghabiskan waktu di situ. Nonton bioskop, makan, belanja, atau sekedar jalan-jalan karena kiriman dari rumah belum datang.
Tapi pada dasarnya kita tak terlalu suka keramaian, itulah kenapa kita selalu singgah ke toko buku di lantai 3. Berlama-lama.
Lalu kita pun menyusuri rak-rak sempit dan kemudian tak menyadari bahwa kita telah terpisah.
Aku selalu berhenti di rak penuh berisi novel dan dongeng-dongeng, pencarianmu lebih luas dan beragam: buku travelling, ekonomi, motivasi, apa saja yang menarik minatmu.
Lalu kita mengambil buku yang berbeda, berdiri berjauhan, hanyut dalam imajinasi masing-masing, tenggelam dalam badai kata-kata.
Kita bisa berjam-jam begitu, seolah tak peduli satu sama lain.
Kadang aku mencuri pandang melihatmu, lalu tersipu dan kemudin jatuh cinta, lagi, untuk kesekian kali, kepadamu.
Semalam tadi, aku merindumu (lagi). Rindu pada rak-rak buku, aroma kertas, dan kamu yang sibuk membolak-balikkan lembar kata.



