Remember #1

Published May 2, 2012 by ~Amela~

Plaza dekat kampus, sering kita menghabiskan waktu di situ. Nonton bioskop, makan, belanja, atau sekedar jalan-jalan karena kiriman dari rumah belum datang.

Tapi pada dasarnya kita tak terlalu suka keramaian, itulah kenapa kita selalu singgah ke toko buku di lantai 3. Berlama-lama.

Lalu kita pun menyusuri rak-rak sempit dan kemudian tak menyadari bahwa kita telah terpisah.

Aku selalu berhenti di rak penuh berisi novel dan dongeng-dongeng, pencarianmu lebih luas dan beragam: buku travelling, ekonomi, motivasi, apa saja yang menarik minatmu.

Lalu kita mengambil buku yang berbeda, berdiri berjauhan, hanyut dalam imajinasi masing-masing, tenggelam dalam badai kata-kata.

Kita bisa berjam-jam begitu, seolah tak peduli satu sama lain.

Kadang aku mencuri pandang melihatmu, lalu tersipu dan kemudin jatuh cinta, lagi, untuk kesekian kali, kepadamu.

Semalam tadi, aku merindumu (lagi). Rindu pada rak-rak buku, aroma kertas, dan kamu yang sibuk membolak-balikkan lembar kata.

I love U

Published March 28, 2012 by ~Amela~

I’m sure that I love you, but I don’t sure that you do…

Entah kenapa sayang, tiba-tiba saja. Ya, tiba-tiba saja aku takut kalau kita hanya sekedar merangkai bayang-bayang.

Aku takut kita masing-masing ingin menjadi yang pertama dan terakhir untuk yang lain, tapi benarkah kau/aku yang terakhir buatmu/ku?

Aku takut kita hanya terlalu egois untuk mengakui bahwa kita ragu dan tak yakin..

Aku takut kita hanya sekedar berpura-pura satu sama lain.

Aku takut sayang. Aku takut.

I do love U, I know that, and you know that.

Tapi sampai kapan?

Benarkah akan selamanya?

Aku memang telah memilihmu, Sayang. Telah lama aku memilihmu.

Dan aku siap menerima konsekuensinya, semuanya. Termasuk penyesalan yang mungkin (tapi tidak kuharapkan) terjadi

Tapi apakah kau benar telah memilihku?

Atau sekedar menuruti kemauanku karena kamu sendiri tidak tahu apa maumu.

Atau sekedar mengiyakan agar aku tidak marah dan membencimu.

Aku tidak ingin kau menyesali pilihanmu. Aku tidak ingin kelak kausalahkan.

Ah, mungkin aku harus berhenti menonton film-film romantis yang mana tokoh lelakinya berlutut menyodorkan cincin dan sebuket bunga untuk melamar kekasihnya.

Cerita kita berbeda kan ya Sayang? Dan kita akan lebih bahagia dari mereka, kan?

Sekedar Tanya

Published March 28, 2012 by ~Amela~

Reblogged from Dunia Pagi:

Click to visit the original post

aperfectcelebration.com

Iya, ini cuma sekedar tanya, terutama buat kakak-kakak yang udah nikah..

  1. Kenapa memutuskan menikah? Dan apa yang bikin yakin kalau dia itu the only one for you?
  2. Pernah ga sih ngerasa bosan sama pasangan? kalau iya gimana ngatasinnya? kalau ngga apa tipsnya? Kepinginnya menghabiskan sisa hidup sama satu orang aja toh?

Read more… 184 more words

Catatan Super Galau Calon Pengantin Labil

Secarik

Published March 13, 2012 by ~Amela~

Terik hujan mengguyur genting bocor di pojok rumahku, menyisakan genangan yang bahkan terlalu sempit dipakai lalat berenang.. Rintik cahaya matahari perlahan mengubah molekul-molekulnya menjadi uap. Terbang membumbung ke angkasa menunggu antrian untuk menjadi hujan lagi. Ah, hidup itu sebuah siklus sayang. Kita memberi untuk akhirnya menerima lagi. Sudah diatur demikian terjadinya, seperti halnya Tuhan mempertemukan kita di persimpangan jalan lalu membuat kita berbagi tempat duduk di kereta penuh sesak manusia. Dan kita pun sama tak tahunya akan turun di stasiun mana.

Hidup adalah siklus sayang, seperti halnya pohon-pohon tinggi yang ditebang lalu diadon menjadi kertas, tempat aku menitipkan secarik cinta di atasnya, kelak akan menjadi remah-remah debu dan terhirup pepohonan muda yang baru tumbuh.

Tenda atau Gedung

Published March 2, 2012 by ~Amela~
sumber: http://default.tabloidnova.com

sumber: http://default.tabloidnova.com

Haaai, dah lama blog yang ini tak terurus tak terjamah.. Kemarin aku habis pulang kampung, dan mumpung pulang jadinya langsung diajak keliling survei vendor sama ibuku.. Salah satunya adalah tempat persewaan tenda..

Tenda? Iya tenda. InsyaAllah aku nanti nikahnya di halaman rumahku.

Kok ga di gedung?

Banyak pertimbangan. Pertama rumahku letaknya bukan di pusat kota, masih di pedesaan gitu, jadi ga ada gedung bagus buat di sewa. Kedua, letak kota agak jauh dari rumahku, dan keluarga besarku ya tinggalnya di sekitar rumahku, jadi kalau sewa gedung di kota nanti malah sedikit yang datang. Ketiga, komplek rumahku itu berderet milik keluarga, jadi halamannya cukup luas buat jadi tempat penyelenggaraan pesta. Read the rest of this entry →

Wedding Gift

Published December 15, 2011 by ~Amela~

Sore ini saya masih jenuh dan bosan, daripada waktu terbuang percuma untuk melamun mending saya ngetik aja kan?

Tiba-tiba aja kepikiran buat menyumbang ide bagi orang-orang yang bingung menentukan kado pernikahan, pingin yang unik dan menarik? Berikut beberapa ide yang melintas di pikiran saya:

kado pernikahan

kado pernikahan

  1. Alat Masak
    Alat masak ini beraneka ragam, bisa teflon super anti lengket seharga jutaan rupiah, wajan-wajan yang iklannya sering muncul di home shopping, atau sekedar perangkat dapur macam piring-gelas dkk. Klise? Kalau anda mau berbeda, beli saja pernak-pernik dapur yang murah meriah tapi melimpah ruah. Kayak kemarin waktu saya ngirim paket kejutan buat: Mas Bro dan Mbak Zuhanna, saya kirim sendok sayur, pisau dapur, lap meja, sendok-garpu, nampan, cobek-ulekan, dkk. Walau terlihat remeh temeh barangnya tapi insyaAllah berguna, serta budgetnya fleksible banget.
  2. Alat Jahit
    Bukan mesin jahit maksud saya, mahal banget itu. Tapi kalau anda punya rezeki berlebih ya silahkan ngado mesin jahit keluaran terbaru. Alat jahit yang dimaksud ya jarum-benang. Remeh? Iya, tapi butuh. Kalau ga mau terkesan murahan, ya ngadonya satu set dong: jarum-benang berbagai warna- mesin jahit tangan yang dijual di bis kota-1 set kancing kemeja standar. Kado pernikahan dari kamu pasti berbeda..
  3. Voucher
    voucher ini bisa macem-macem, bisa voucher makan, voucher belanja, ataupun voucher jalan-jalan, kalau mau ‘beda’ bisa juga ngado voucher pulsa, hehehe
  4. Handmade
    kalau kamu sahabat dekat mempelai dan pingin ngasih hadiah yang berkesan, bisa buat kerajinan tangan penuh cinta. Budget bisa kamu sesuaikan, tergantung kreatifitasmu. Apa contohnya? Bisa album berisi foto-foto mempelai sebelum menikah yang akan lebih berkesan kalau kamu tambahin pesan singkat dari sahabat-sahabat dekat mereka. Bisa scrapbook warna warni yang mendongenkan kisah favorit sleeping beauty versi kamu misalnya dengan tokoh utama kedua mempelai. Bisa juga berupa video, ebook, dan lain-lain.
  5. Lingerie
    ini disarankan kalau kamu dekat dengan mempelai perempuan ya, sehingga kamu tahu size berapa si mempelai wanita, jangan sampe baju tidurnya kebesaran apalagi kekecilan.
  6. Baby stuff
    baru nikah kok udah dikado baby stuff, emangnya MBA? ya ngga lah, asal kamu ngadonya bukan barang berkadaluarsa mah oke-oke aja. ngasih kado baby stuff itu juga menyiratkan doa “semoga segera dikarunia momongan”. Baby stuf ini bisa dari hal simple macam baju, mainan, hingga box bayi yang bisa dilipat.

Itu kado pernikahan unik yang terlintas di kepala saya, tapi kalau kamu mau yang biasa dan normal aja, berikut ini kado pernikahan yang jadi favorit tamu undangan:

  1. Satu set barang pecah belah, yah piring-gelas-cangkir- dan semacamnya
  2. Buku, bisa buku pernikahan ataupun pendidikan anak
  3. sprei hingga bedcover
  4. Dan kado pilihan sepanjang masa: mentahannya aka duit, duit, dan duit. HOHO

Yap, sekian dulu saran saya tentang kado pernikahan, semoga bermanfaat.

Tulisan ini bukan berarti wishing list ya, tapi kalau ada yang mau ngado saya macam begitu, yuk mari silahkan :D

Jangan sembarang marah

Published December 13, 2011 by ~Amela~

Buat yang lagi LDR, pernah ngerasa sebel gara-gara sms semalem ga dibales karena yang di sana udah ketiduran??

pernah ngerasa jengkel karena hari ini ga ada sms selamat pagi?

Saya sering, dulu…

Lama-lama terbiasa, karena saya pun jadi jarang balas sms, mulai memahami kesibukan masing-masing..

Tapi tetep ya, namanya perempuan, tadi pagi sempet bertekad ga bakal sms dulu sebelum di sms…

Sampai waktu jam istirahat sempet bergumam “Gitu ya, ga di sms sama sekali. Oke.. Oke”

Bukan ngambek, hanya masalah ego saja.

Tapi waktu tengok hape, ada dua sms, dua jam yang lalu, dari dia yang di sana…

Dan semua rasa jengkel itu pun luruh..

Pasti smsnya masuk waktu saya sibuk mondar-mandir, sampe ga kedengeran bunyinya.

Pelajaran: lain kali, sebelum memutuskan perang dingin, tengok dulu hapemu! :D

Hai.. Cinta!

Published December 7, 2011 by ~Amela~

Aduh,., kasihan banget ya blog ini, makin terlantar makin harinya. Bukan karena pemiliknya udah ga pernah galau lagi sih, sering banget malah, cuma pas galau pas ga sempat nulis.

Yang lebih apdet tentu masih Dunia Pagi selaku kakaknya blog ini, tapi itupun apdetan dangkal, kalau ga ya apdetan dalam rangka kontes. Sementara anything about weddingnya belum ada perkembangan, karena tentu saja di akhir tahun ini banyak-banyaknya kerjaan baik buat saya maupun mas calon (panggilannya berubah lagi).. Jadi secara tidak tertulis kami sepakat buat tidak mengangkat topik ini ke permukaan selama bulan dua belas.

Yap, tapi seperti tahun depan sudah harus serius mempersiapkannya, nanti insyaAllah sering-sering saya apdet blog ini tentang segala persiapan kami…

Eh, dan posting terakhir saya diDunia Pagi tentang cinta, walau dalam rangka kontes.. saya copas juga ah ke sini.. :D karena kebetulan isinya itu surat untuk mas calon, hehehe

Entah di masa ke berapa perjalanan kita, aku sempat bertanya padamu “Menurut mas, apa sih cinta itu?”. Kau mengernyitkan dahi, menebak-nebak buku apa yang baru saja kubaca hingga tiba-tiba tercetus pertanyaan itu, “Ga tahu.” Seperti biasa kau selalu enggan membahas hal-hal romantis macam ini, kau terlalu pemalu dan pendiam, bertolak belakang denganku yang langsung meracau ini itu tentang definisi cinta. Kau diam, mendengarkan, memapar senyummu yang biasa, dan tiba-tiba aku pun kehabisan kata. Ketika aku merasa cukup dengan melihat senyum tulusmu, itu sudah bisa disebut cinta kan? Ketika hatiku tiba-tiba terasa hangat saat kau mengirim pesan selamat tidur, itu juga bisa disebut cinta kan? Sesederhana itu. Cinta memang sederhana, sehingga dia tidak perlu kata-kata untuk menjabarkan artinya. Cinta itu cukup dirasa saja, seperti saat aku berdoa agar besok aku kembali jatuh cinta lagi padamu, layaknya hari-hari sebelumnya. Bagiku cinta itu kamu.

***

Pernah kuceritakan, aku ingin punya suami yang pintar mengaji. Itu syarat utamanya, dan tentu saja bukan hanya fasih melafalkan ayat-ayat kitab suci, tapi juga mengkaji dalam maknanya dan mencerminkannya dalam tingkah laku. Syarat lainnya tentu sangat klise, tinggi rupawan, kaya raya, pintar dan baik hati, sesempurna pemeran utama pria di opera sabun. Lalu kamu datang, merubah sosok pria idaman dalam angan-anganku. Bagiku kamulah pria idaman itu! Bagiku cukuplah kamu! Cukup kamu! Tapi tentu saja syarat utamanya tak pernah berubah, kamu jugalah harus pintar mengaji, dan tentu saja bukan hanya fasih melafalkan ayat-ayat kitab suci, tapi juga mengkaji dalam maknanya dan mencerminkannya dalam tingkah laku. Oleh karena itu kuminta kamu untuk terus belajar mengaji, karena kelak itulah yang akan kuminta jadi maharku.

Hari ini, untuk kesekian kalinya kubisikkan doa agar Tuhan menjadikanku pantas untukmu, berbarengan dengan doa untuk seorang sahabat yang akan merayakan ulang tahun pernikahannya. Semoga rumah tangga sahabatku itu selalu bahagia dan diwarnai cinta yang tidak ada habisnya. Dan suatu saat nanti, kita pun akan bahagia seperti itu kan Sayang?

“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5th Anniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera

Jadi kamu kapan?

Published November 25, 2011 by ~Amela~

Setiap ada pernikahan anak petinggi negeri yang disiarkan televisi, mama saya pasti excited banget nontonnya, terus biasanya telepon saya sambil melaporkan suasana pernikahan, sambil diselipin celetukan “wah, mewah sekali”, “wah baju pengantinnya cantik”, dan wah wah lainnya.

Setelah pernikahan putri bungsu sultan jogja, kemarin pernikahan putra bungsu orang nomor 1 di Indonesia dengan putri menteri. Terbayang kan betapa gencarnya media memberitakan? (saya ga nonton, karena ga punya tivi), dan terbayang kan ya gimana hebohnya mama saya cerita. Dan seperti bisa ditebak, pertanyaan selanjutnya adalah “Jadi kamu kapan ini?”

Oke, saya dan dia udah merencanakan bulan apa bakal merit, tapi belum ada tanggal pastinya karena kami juga mikirnya masih terlalu lama untuk membahasnya detail sekarang. Tapi tentu saja ya, ibu saya ini udah mulai merencanakan ini itu. Semalem telepon saya hampir 3 jam, membahas souvenir, catering, tenda, undangan dan sebagainya dan sebagainya. Saya hanya mengiyakan, menanggapi sekedarnya, menambahkan secukupnya.

Obrolan macam ini sukses bikin galau, apalagi waktu mama berseru “Sembilan bulan itu sebentar banget lho, dan kamu belum ada persiapan apa-apa.” Gimana ga bikin galau coba?

Membahas hal-hal remeh ini memang seperti bermimpi. Kenapa bermimpi? Karena apapun masih bisa terjadi, walau saya berharap semoga selalu lancar ke depannya. Tapi saya berusaha menjaga hati, untuk realistis, untuk menekan segala harapan-harapan itu. Sering berteriak pada diri sendiri “Belum waktunya! Belum waktunya dipikirkan!”.

Hanya saja, membahas pernak-pernik pernikahan itu entah kenapa menyenangkan. Terlampau menyenangkan.

Ah, jadi kapan sebenarnya? Benarkah belum waktunya untuk dipikirkan? Ataukah sayanya yang terlalu takut untuk kecewa?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.